...

BAB I PENDAHULUAN

by user

on
Category: Documents
2

views

Report

Comments

Transcript

BAB I PENDAHULUAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Obesitas adalah penumpukan lemak secara abnormal yang berlebihan pada
tubuh sehingga dapat mempengaruhi kesehatan. BMI (Body Mass Index) adalah
standar ukuran internasional untuk menentukan komposisi tubuh, caranya dengan
membagi berat badan dalam kilogram dengan tinggi badan dalam meter2 (Guyton
& Hall, 2007). World Health Organization (WHO) mendefinisikan untuk ukuran
orang dewasa di Asia overweight adalah BMI lebih dari 23, sedangkan obesitas
sebagai BMI lebih dari 25. Kelebihan berat badan dapat disebabkan oleh beberapa
faktor antara lain genetik, ketidakseimbangan dari kalori yang dikonsumsi dan
kalori yang dikeluarkan, dan juga kelainan kompleks pengaturan nafsu makan dan
metabolisme. Obesitas merupakan faktor risiko dari penyakit kardiovaskuler,
penyakit muskuloskeletal, penyakit sistemik, dan keganasan (WHO, 2011).
Menurut perhitungan World Health Organization (WHO) jumlah penduduk
dunia yang menderita obesitas meningkat dua kali lipat sejak tahun 1980.
Overweight dan obesitas merupakan faktor risiko kematian kelima tersering di
dunia. Setidaknya 2,8 juta remaja meninggal karena obesitas. Pada tahun 2007,
dilaporkan lebih dari 19% penduduk di dunia menderita obesitas. Di Indonesia
ditemukan penderita obesitas sebesar 13,9% populasi pada laki-laki dan 23,8%
populasi pada perempuan (Riskesdas, 2008).
Cara mengurangi angka kematian yang merupakan komplikasi terberat dari
obesitas, yaitu dengan ditingkatkannya usaha untuk mencegah obesitas dan
mengurangi berat badan. Cara mengurangi berat badan secara umum yaitu dengan
peningkatan aktivitas fisik, mengurangi asupan kalori, mengkonsumsi obat
penurun nafsu makan, dan mengkonsumsi zat selulosa yang berefek mengurangi
rasa lapar (Guyton & Hall, 2007). Selain itu banyak juga penderita yang
mengkonsumsi obat-obatan tradisional untuk mengurangi berat badan.
1
Universitas Kristen Maranatha
2
Obat tradisional merupakan warisan budaya bangsa Indonesia di bidang
kesehatan. Obat-obatan tradisional menurut penelitian masa kini memang
bermanfaat bagi kesehatan, dan kini digencarkan penggunaannya karena lebih
mudah dijangkau masyarakat, baik harga maupun ketersediaannya. Terapi obat
tradisional sedang populer di masyarakat karena dinilai mempunyai efek samping
sedikit dan mudah didapat. Banyak juga masyarakat di Indonesia yang
menggunakan obat tradisional untuk memperbaiki penampilan yaitu dengan
menurunkan berat badan.
Di Indonesia terdapat kurang lebih sebanyak 300 jenis tanaman yang
digunakan sebagai obat tradisional, diantaranya Aloe vera L. atau di Indonesia
dikenal sebagai lidah buaya (Farmasi UI, 2011). Masyarakat menggunakan lidah
buaya ini sebagai pengobatan tradisional, yang salah satu fungsinya adalah
menurunkan berat badan.
Pada penelitian ini dilakukan pemberian jus gel lidah buaya (Aloe vera L.)
pada individu, dan melihat pengaruhnya terhadap berat badan dan obesitas sentral.
Penurunan berat badan dinilai dari indeks BMI sebelum dan sesudah diberikan
ekstrak jus gel lidah buaya, sedangkan untuk obesitas sentral dinilai dari WHR
(Waist Hip Ratio) individu sebelum dan sesudah diberikan jus gel lidah buaya.
Pada penelitian ini juga akan menilai penurunan dari Waist Circumference dan
Hip Circumference yang merupakan komponen dari WHR.
Jus gel lidah buaya (Aloe vera L.) diharapkan dapat menurunkan berat badan
dan mengurangi obesitas sentral, sehingga dapat digunakan sebagai obat
tradisional yang dapat menurunkan insidensi dari obesitas.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, identifikasi masalah penelitian ini adalah
sebagai berikut.
1. Apakah jus gel lidah buaya (Aloe vera L.) menurunkan BMI (Body Mass
Index) pada dewasa muda.
Universitas Kristen Maranatha
3
2. Apakah jus gel lidah buaya (Aloe vera L.) menurunkan WC (Waist
Circumference) pada dewasa muda.
3. Apakah jus gel lidah buaya (Aloe vera L.) menurunkan HC (Hip
Circumference) pada dewasa muda.
4. Apakah jus gel lidah buaya (Aloe vera L.) menurunkan WHR (Waist Hip
Ratio) pada dewasa muda.
1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian
Maksud penelitian ini adalah untuk mencari obat komplementer alternatif
untuk mengatasi obesitas.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai:
1. Pengaruh jus gel lidah buaya (Aloe vera L.) terhadap BMI (Body Mass Index)
pada dewasa muda.
2. Pengaruh jus gel lidah buaya (Aloe vera L.) terhadap WC (Waist
Circumference) pada dewasa muda.
3. Pengaruh jus gel lidah buaya (Aloe vera L.) terhadap HC (Hip Circumference)
pada dewasa muda.
4. Pengaruh jus gel lidah buaya (Aloe vera L.) terhadap WHR (Waist Hip Ratio)
pada dewasa muda.
1.4 Manfaat Karya Tulis Ilmiah
Manfaat akademis penelitian ini adalah dapat memberikan informasi ilmiah
kepada dunia kedokteran mengenai pengaruh jus gel lidah buaya (Aloe vera L.)
terhadap obesitas dan overweight.
Manfaat praktis dari penelitian ini adalah diharapkan jus gel lidah buaya
(Aloe vera L.) dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam usaha mengatasi
obesitas.
Universitas Kristen Maranatha
4
1.5 Kerangka Pemikiran dan Hipotesis Penelitian
1.5.1 Kerangka Pemikiran
Obesitas merupakan penumpukan jaringan lemak secara berlebihan pada
tubuh, yang oleh WHO didefinisikan sebagai BMI lebih dari 25. Obesitas
disebabkan oleh beberapa faktor antara lain faktor genetik, ketidakseimbangan
dari kalori yang dikonsumsi dan kalori yang dikeluarkan, dan juga kelainan
kompleks pengaturan nafsu makan dan metabolisme.
Herbal lidah buaya (Aloe vera L.) memiliki kandungan dua jenis cairan,
yakni cairan bening seperti gel dan cairan berwarna kekuningan yang
mengandung aloin (Irni, 2002). Lidah buaya berperan sebagai agen hipoglikemik
(penurun kadar gula darah) dan hipolipidemik (penurun kadar lemak darah). Lidah
buaya diduga memiliki kandungan kromium yang dapat menstimulasi sintesis
atau pelepasan insulin yang dilakukan oleh sel beta kelenjar langerhans.
Tingginya kadar insulin akan menurunkan kadar glukosa darah.
Dugaan lain efek lidah buaya sebagai hipoglikemik adalah kandungan
mukopolisakarida (MPS) dalam lidah buaya sanggup mengontrol kadar gula
dalam darah (Herbal Indonesia Berkasiat, Trubus). Lidah buaya juga memiliki
kandungan alprogen yang dapat menurunkan penyerapan glukosa di usus dengan
cara melapisi epitel usus (Mustofa et all, 2012). Selain itu, diduga tanaman lidah
buaya (Aloe vera L.) dapat menghambat α-glukosidase, yang fungsinya adalah
membantu penyerapan glukosa di usus. Pada tahun 2005, Fauziah meneliti
bagaimana penurunan kadar glukosa darah pada tikus yang diberi lidah buaya dan
didapatkan hasil penurunan yang signifikan (Fauziah, 2005).
Lidah buaya juga memiliki efek hipolipidemik, kandungan phytosterols
didalam lidah buaya dapat menurunkan kadar kolesterol dan trigliserid dalam
darah. Phytosterols juga menaikan HDL (High Density Lipoprotein) yang
berfungsi membuang kolesterol berlebih dalam darah (Josias, 2008).
Universitas Kristen Maranatha
5
Dengan berkurangnya glukosa yang diserap oleh tubuh, semakin banyak
glukosa yang dibuang pada proses pencernaan. Apabila terjadi kekurangan
glukosa
pada
darah,
kompensasi
tubuh
yang
terjadi
adalah
proses
glukoneogenesis. Pada proses ini, lemak dan asam amino diubah menjadi glukosa
untuk menutupi kekurangan glukosa pada jaringan tubuh (Guyton & Hall, 2007).
Rendahnya kadar lemak pada darah akan mengakibatkan turunnya jumlah lemak
yang akan ditimbun oleh jaringan tubuh sehingga mencegah terjadinya kenaikan
berat badan.
1.5.2 Hipotesis Penelitian
1. Jus gel lidah buaya (Aloe vera L.) menurunkan BMI (Body Mass Index) pada
dewasa muda.
2. Jus gel lidah buaya (Aloe vera L.) menurunkan WC (Waist Circumference)
pada dewasa muda.
3. Jus gel lidah buaya (Aloe vera L.) menurunkan HC (Hip Circumference) pada
dewasa muda.
4. Jus gel lidah buaya (Aloe vera L.) menurunkan WHR (Waist Hip Ratio) pada
dewasa muda.
1.6 Metodologi Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimental yang bersifat
komparatif dengan desain penelitian pre dan post-test. Data yang dinilai adalah
BMI (Body Mass Index), WC (Waist Circumference), HC (Hip Circumference)
dan WHR (Waist Hip Ratio) pada dewasa muda tersebut sebelum dan sesudah
diberikan jus gel lidah buaya (Aloe vera L.). Analisis data menggunakan statistik
dengan metode uji-t berpasangan dan Wilcoxon signed rank test dengan α = 0,05.
Tingkat kemaknaan dinilai berdasarkan nilai p < 0,05. Pengolahan data
menggunakan perangkat lunak komputer.
Universitas Kristen Maranatha
6
1.7 Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Farmakologi Fakultas Kedokteran
Universitas Kristen Maranatha Bandung, pada bulan Desember 2011 sampai
November 2012.
Universitas Kristen Maranatha
Fly UP