...

BAB 1 PENDAHULUAN

by user

on
Category: Documents
1

views

Report

Comments

Transcript

BAB 1 PENDAHULUAN
Bab 1. Pendahuluan
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG PENELITIAN
Dengan berkembangnya bidang perekonomian di Indonesia maka setiap
perusahaan mulai berusaha mengoptimalkan kinerja pada bidangnya masingmasing. Hal tersebut bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan karena tentunya
akan membutuhkan berbagai sumber daya yang tidak sedikit, diantaranya adalah
modal. Salah satu solusi untuk memecahkan masalah permodalan adalah dengan
diadakannya pasar modal. Pasar modal (capital market) menjadi pusat Aktivitas
bagi perusahaan yang membutuhkan modal dan perusahaan perorangan yang ingin
menanamkan modalnya. Bagi perusahaan yang membutuhkan modal diharuskan
untuk go public dan terdaftar di Pasar modal Indonesia, baru kemudian
mendapatkan dana dari hasil penjualan sekuritas di Pasar modal tersebut.
Pasar modal telah terbukti memiliki andil yang cukup besar dalam
perkembangan perekonomian suatu negara. Oleh karena itu wajar jika banyak ahli
yang mengatakan bahwa perkembangan pasar modal di suatu negara merupakan
salah satu indikator ekonominya.
Hal tersebut diperkuat oleh James H. Lorie, Peter Dodd mengutip dari
buku The Stock Markets Theories and Evidence, sebagaimana diterjemahkan oleh
Sawidji Widiatmodjo yaitu “Bahkan dewasa ini Indeks Saham dijadikan
barometer kesehatan ekonomi suatu negara dan sebagai alat analisa atas kondisi
pasar terkini.” (1996:189)
1
Bab 1. Pendahuluan
Pasar modal adalah wahana
yang mempertemukan pihak yang
membutuhkan dana dengan pihak yang menyediakan dana sesuai dengan aturan
yang ditetapkan oleh lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Pasar
modal memungkinkan perusahaan menerbitkan sekuritas yang berupa surat tanda
utang (obligasi) ataupun surat tanda kepemilikan (saham). Perusahaan dapat
mendapatkan dana dengan cara menerbitkan saham, bila dibandingkan kredit dari
bank maka pendapatan dari saham akan membebaskan perusahaan dari biaya
bunga yang akan berdampak pada jumlah laba yang diperoleh oleh perusahaan.
Sedangkan dividen yang bisa dikatakan sebagai ganti dari bunga dapat diatur
periode pembagian dan dapat ditentukan jumlahnya oleh perusahaan. Sedangkan
bagi investor yang ingin menanamkan modalnya juga akan mendapatkan
keuntungan sebagai sarana investasi. Para investor dapat mendapatkan
keuntungan dari dividen tersebut lebih tinggi dari bunga deposito, mereka juga
kadang mendapatkan keuntungan dari perubahan harga saham yang terjadi di
pasar bila ia memperjualbelikan sahamnya.
Dalam proses investasi saham ada beberapa indikator yang harus
diperhatikan terlebih dahulu :
1.)
PER (Price Earning Ratio), yaitu suatu perbandingan Harga per lembar
saham dengan EPS. Perusahaan yang diharapkan akan mempunyai
pertumbuhan yang tinggi, akan memiliki PER yang tinggi, maka saham
tersebut menjadi tidak menarik lagi,
2.)
EPS (Earning Per Shares), yaitu kemampulabaan perusahaan dalam
setiap lembar sahamnya. (Net Income / jumlah saham yang beredar),
2
Bab 1. Pendahuluan
3.)
Dividend Yield, yaitu perbandingan keuntungan yang diperoleh dari
hasil pembagian dividend dengan harga saham,
4.)
Dividend Pay Out Ratio, yaitu berapa besar rasio pembagian dividen
dari total pendapatan yang diperoleh perusahaan.
Ekspektasi atau motivasi setiap investor adalah mendapatkan keuntungan
dari transaksi investasi. Bermain saham memiliki potensi keuntungan dalam 2
(dua) hal, pertama, pembagian dividen dan kenaikan harga saham (capital gain).
Dividen merupakan keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada semua
pemegang saham. Biasanya dilakukan satu tahun sekali. Bentuk dari dividen itu
sendiri, bisa berupa uang tunai ataupun bentuk penambahan saham. Sedangkan
capital gain, didapat berdasarkan selisih harga jual saham dengan harga beli. Di
mana keuntungan didapat bila harga jual saham lebih tinggi dari harga beli saham.
Hal penting lain yang harus dipertimbangkan adalah ketidakpastian yaitu risiko.
Karena investasi tidak akan terlepas dari pendapatan dan risiko. Hukum investasi
adalah semakin tinggi ekspektasi pendapatan akan semakin tinggi pula risiko yang
harus diambil.
Pasar yang efisien memberikan gambar untuk menganalisa pergerakan
saham. Pergerakan dari harga saham sangat sulit untuk diprediksi dan geraknya
seperti gerak yang sembarangan apabila dibuat grafiknya pada periode waktu
tertentu. Seperti melempar koin bila memilih bagian depan plus 1 dan bila dipilih
bagian belakang minus 1, kemudian dilempar sebanyak 100 kali dan kemudian
digambar dalam sebuah grafik. Kemudian amati sebuah saham selama 100 hari
dan buat grafik gerakan saham tersebut, maka akan terlihat grafik yang hampir
3
Bab 1. Pendahuluan
sama. Pada pasar yang efisien semua informasi dapat merubah harga saham
seperti berita tentang badai tsunami atau perang di Irak ataupun pergerakan
anggaran belanja negara akan mempengaruhi harga saham maupun harga barang.
Teori tentang pasar yang efisien menjelaskan bagaimana pergerakan harga
saham seperti gerak yang sembarangan dimana harga merespon berita dan
kejadian-kejadian
(Paul
A.Samuelson-William
D.Nordhaus
1992:521)
menyatakan :
“A price follows a random walk when its movements over time are
completely unpredictable”. Oleh karena itu investor yang menanamkan modalnya
di pasar modal harus menyadari bahwa harga saham tidak dapat diprediksi secara
tepat dan konsisten dan dapat berubah setiap waktu.
Pada sebagian investor yang orientasinya membeli saham adalah untuk
mendapatkan dividen (dividend oriented). Investor ini akan melihat dividen yang
akan mereka dapatkan dalam naluri cash dividen. Untuk mengantisipasi hal ini
perusahaan yang go public harus mempertimbangkan dengan hati-hati dividen
yang akan dibayarkan karena hal ini mempunyai peranan penting dalam
mempengaruhi calon investor. Sehubungan dengan hal tersebut perusahaan
menetapkan pembayaran dividen yang jumlahnya berdasarkan pendapatan dari
perusahaan.
Di dalam BEJ ada ratusan perusahaan (± 322) yang menjual sahamnya,
namun hanya sebagian saja peerusahaan yang membagikan dividennya setiap
tahunnya. Pada tahun 2003 tercatat 88 perusahaan yang membagikan dividennya
dan tahun 2004 tercatat 111 perusahaan yang membagikan dividennya. Hal ini
4
Bab 1. Pendahuluan
tergantung dari kebijakan dividen masing-masing perusahaan. Dimana biasanya
sebelum membayar dividennya perusahaan menetapkan membagikan dividen di
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan kemudian mengumumkannya di
BEJ.
Berdasarkan uraian latar belakang penelitian inilah maka penulis tertarik
untuk melihat dan menganalisa Harga Saham Sebelum dan Sesudah Pembagian
Dividend , dalam penelitian yang dituangkan dalam skripsi dengan judul.
“ANALISA
PERBANDINGAN
HARGA
SAHAM
SEBELUM
DAN
SESUDAH CUM DIVIDEN PADA PERUSAHAAN YANG TERCATAT DI
BURSA EFEK JAKARTA PERIODE 2003-2004”
Penelitian harga saham dilakukan terhadap 30 perusahaan yang tercatat di
Bursa Efek Jakarta pada tahun 2003-2004.
1.2
IDENTIFIKASI MASALAH
Sesuai dengan latar belakang penelitian yang telah disebutkan di atas,
maka penulis mengidentifikasikan masalah dalam penelitian sebagai berikut :
1. Bagaimana harga penutupan saham sebelum cum dividen pada
perusahaan-perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Jakarta.
2. Bagaimana harga penutupan saham sesudah cum dividen pada perusahaan
– perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Jakarta.
3. Bagaimana analisis perbandingan harga saham sebelum dan sesudah cum
dividen.
5
Bab 1. Pendahuluan
1.3
MAKSUD DAN TUJUAN PENELITIAN
Dalam penelitian ini, penulis memiliki maksud dan
tujuan
sebagai
berikut:
1. Menganalisis harga penutupan saham sebelum cum dividen pada
perusahaan-perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Jakarta .
2. Menganalisis harga penutupan saham sesudah cum dividen pada
perusahaan – perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Jakarta
3. Melakukan analisis perbandingan harga saham sebelum dan sesudah cum
dividen.
1.4
KEGUNAAN PENELITIAN
Melalui penelitian ini, penulis mengharapakan dapat memberikan manfaat
bagi :
1. Pihak investor,
2. Penulis sendiri, untuk dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman
yang berharga dalam bidang investasi di pasar modal, serta dapat
menerapkan teori – teori yang telah diajarkan dalam perkuliahan ke dalam
prakteknya.
3. Pihak – pihak lain yang berminat terhadap penelitian ini, untuk dapat
dijadikan sebagai sumber referensi untuk menambah pengetahuan tentang
investasi dan dalam mengelola keuangan.
6
Bab 1. Pendahuluan
1.5
KERANGKA PEMIKIRAN
Kerangka pemikiran ini merupakan pola pikir yang menjabarkan beberapa
variabel yang akan diteliti dengan mengkaji hubungan antar variabel yang satu
dengan variabel yang lain sehingga akan mudah dirumuskan dalam masalah
penelitian, pemilihan teori yang relevan , hipotesis, metode dan instrumen
penelitian, teknik analisis hingga menarik kesimpulan (Sugiyono, 2000 : 15)
Mengacu pada definisi di atas maka berikut ini akan diuraikan konsep
penelitian, bahwa pembiayaan modal perusahaan dengan menerbitkan saham
adalah suatu jenis pembiayaan yang menarik, baik bagi perusahaan maupun bagi
investor itu sendiri. Perusahaan kemudian akan memberikan dividen kepada para
pemegang saham pada periode waktu yang telah ditetapkan yang diambil dari
sebagian labanya.
Dalam menentukan pembayaran dividen, maka perusahaan dapat memilih
beberapa jenis dividen yang akan diberikan pada para pemegang saham (R. Agus.
Sartono, 1994 : 75) antara lain:
1. Cash Dividend
2. Stock Dividend
3. Property Dividend
4. Script Dividend
Sedangkan untuk menentukan jumlah dividen yang akan dibayar terdapat
beberapa jenis kebijakan dividen yang kita kenal yaitu :
1. Stable amount per share
2. Constant Pay Out Ratio
7
Bab 1. Pendahuluan
3. Low Reguler Dividend Plus Extra
4. No Dividend
Kebijakan dividend merupakan keputusan untuk menentukan besarnya
bagian laba yang akan dibagikan sebagai dividend dan besarnya laba ditahan
(Retained Earnings) untuk diinvestasikan kembali. Dalam hal ini perusahaan
dihadapkan pada dua pilihan keputusan yaitu keputusan investasi jangka panjang
untuk tujuan pertumbuhan, perluasan, dan kemajuan perusahaan di masa yang
akan datang serta pendanaannya atau keputusan untuk membagikan dividend
kepada pemegang saham.
Kebijakan dividend merupakan isu yang masih diperdebatkan. Dan ini
dapat dilihat dari beberapa teori yang berkaitan dengan kebijakan dividend yaitu:
1. The bird in the hand theory dari (Gordon dan Lintner,1991:91) yang
mengatakan bahwa “High dividend policy is the best”. Sebaiknya
perusahaan membagikan dividen sebesar-besarnya, karena investor
menyukai dividen yang tinggi. Argumen pendapat ini mengatakan, “The
investors view the dividend yield as relativity certain and growth rate as
relatively uncertain.” (Weston and Brigham,1990:735). Karena investor
lebih menyukai dividen yang lebih pasti dan mempunyai risiko yang lebih
kecil dibandingkan dengan capital gain yang masih penuh dengan
ketidakpastian atau risiko.
2. Dividen irrelevance theory oleh (Miller dan Modigliani, 1995:335), “
Dividend policy will have no effect on shareholder wealth.” Yang mana
kebijakan dividen tidak mempunyai pengaruh terhadap kesejahteraan
8
Bab 1. Pendahuluan
shareholder. Dividend irrelevant with assumtions : No Flotation costs, no
taxes, firm’s investment policy is not affected by dividend policy, perfect
information and no transactions cost. Argumen ini menyatakan, “The
value of the firm depends only on the income produced by its assets, not
on how this income is split between dividend and retained earnings (and
hence growth).” (Weston and Brigham,1990:735). Dari pernyataan
tersebut dikatakan bahwa nilai perusahaan semata-mata tergantung kepada
pendapat yang dihasilkan oleh aktivanya, bahkan pada pembagian dividen
dan laba yang ditahan untuk pertumbuhan. Besar kecilnya dividen tidak
mempengaruhi nilai perusahaan.
3. Tax differential theory oleh (Litzenberger dan Ramaswamy 1991,679)
menyatakan bahwa,” low dividends policy is best.”) Dividen dibagikan
sekecil mungkin bahkan tidak perlu atau tidak usah dibagikan, jika ada
kesempatan investasi yang menguntungkan, daripada mengeluarkan saham
baru atau mengambil pinjaman dengan biaya yang lebih tinggi
Selanjutnya Bhattachanya 1979, Bernatzi, Michaely and Thaler 1997, Dyl
and Weigand 1998 (dalam Christina Tri Setyorini, 2001:90) menemukan bukti
bahewa terdapat kandungan informasi dimaksud untuk melihat reaksi dari suatu
pengumuman. Jika pengumuman mengandung informasi maka diharapkan pasar
akan bereaksi pada waktu pengumuman tersebut diterima oleh pasar yang
ditunjukkan dengan adanya perubahan harga dari sekuritas (saham) yang
bersangkutan.
9
Bab 1. Pendahuluan
Campbell dan Beranek’s 1995, Bhardwaj dan Brooks 1999 (dalam
Pujiono, 2001:115) menyatakan bahwa akibat adanya pembagian dividen tunai
kepada pemegang saham akan menyebabkan perilaku harga saham jatuh pada
waktu ex-dividends day. Pujiono (2001:115) yang meneliti dampak kebijakan
dividen terhadap harga saham pada waktu ex-dividends day dengan mengambil
sampel data perusahaan yang terdaftar di Jakarta Stock Exchange dan Singapore
Stock Exchange menunjukkan hasil yang bervariasi, dimana sample Indonesia
cum dividen positif terhadap harga saham pada waktu ex-dividend day, sedangkan
sample Singapura menunjukkan pengaruh negatif terhadap harga saham pada
waktu ex-dividends day.
Untuk mengantisipasi sikap investor yang timbul dari berbagai pandangan
yang ada maka perusahaan harus benar-benar cermat dalam menyikapi kebijakan
dividen yang diambilnya. Kebijakan perusahaan akan tercermin dalam rasio
pembayaran dividen yang tergantung pada jumlah dividen yang dibagikan dalam
hal ini cash dividen, maka jumlah saham perusahaan yang beredar serta
pendapatan dari perusahaan itu sendiri.
Dalam melakukan investasi seorang investor membutuhkan informasi
yang layak dipercaya bagi pengambil keputusan yang akan diambil. Harga terjadi
karena kesepakatan antara penjual dan pembeli atau para pelaku perdagangan di
pasar tentang nilai dari suatu barang dan jasa, berdasarkan informasi yang
tersedia. Sejauh harga yang baru relevan dengan informasi yang ada maka tercipta
harga yang baru, kemudian hal ini akan dianalisis dan diintrepretasikan oleh pasar.
Demikian juga yang terjadi dengan harga saham di pasar modal dimana harga
10
Bab 1. Pendahuluan
saham akan bergerak sesuai dengan inmformasi terbaru yang beredar. Hal tersebut
diatas sikenal dengan efficient market hypotesis.
Secara teoritis terdapat tiga bentuk pasar :
a. bentuk pasar efisien yang lemah, yaitu harga pasar sekuritas dapat
diproyeksikan atas dasar pola atau kecenderungan harga sebelumnya.
b. bentuk pasar efisien yang agak kuat , yaitu harga pasar sekuritas tidak saja
mencerminkan kecenderungan umum seperti pembayaran dividen, laba
perusahaan, penjualan dan sebagainya.
c.
bentuk pasar efisien yang kuat, yaitu harga pasar sekuritas mencerminkan
harga periode sebelumnya, informasi yang telah dipublikasikan dan private
information.
Semakin cepat pasar tersebut dapat menyesuaikan terhadap informasi baru
dengan tepat maka semakin efisien pasar tersebut. Namun ada hipotesis lain yang
berlaku bahwa pasar saham tidak efisien, hal ini dapat etrjadi karena investor tidak
mampu menginterpolasikan informasi yang baru.
Terdapat beberapa kasus dimana investor hanya menerima sedikit
informasi tentang pendapatan perusahaan. Dimana pasar tersebut biasanya
terdapat di beberapa negara tertentu dimana informasi mengenai perusahaan
sangat rahasia dan laporan keuangan tidak memberi informasi apa-apa tentang
perusahaan, disini investor hanya memiliki satu petunjuk yaitu pembayaran
dividen.
Menurut pendapat (Gordon-Litner, 1991:100) dalam Teori The Bird in
The Hand bahwa investor lebih menyukai dividen yang lebih pasti dibandingkan
11
Bab 1. Pendahuluan
dengan capital gain yang masih penuh dengan ketidakpastian atau risiko. Oleh
karena itu rasio pembayaran dividen seharusnya mempunyai pengaruh terhadap
sikap investor yang tercermin dalam pergerakan harga pasar saham.
Berdasarkan kerangka pemikiran dan tujuan penelitian di atas maka
penulis mengambil hipotesis dari penelitian ini adalah terdapatnya perbedaan
harga saham yang cukup signifikan dari harga sebelum cum dividen dan sesudah
cum dividen.
Berdasarkan kerangka pemikiran diatas maka dibuat skema sebagai
berikut (Lihat Gambar 1.1)
12
Bab 1. Pendahuluan
Gambar 1.1
Bagan Kerangka Pemikiran
Investor
Low reguler
devidend
plus extra
Stable
Amount per
Share
Constant
Pay Out
Ratio
No
Devidend
Rasio Pembayaran
Dividen
Inflasi
Inflasi
lain
Penilaian investor
Harga saham 3 hari
sebelum tanggal tanggal
cum dividen (X1)
Harga pasar
saham
Harga saham setelah
tanggal cum dividen
(X2)
Analisis
Pembanding
Keterangan :
Tidak diteliti
Diteliti
Sumber : Pemikiran Penulis
13
Bab 1. Pendahuluan
6.1
Metode Penelitian
Dalam penyusunan skripsi ini, penelitian dilakukan dengan menggunakan
metode penelitian deskriptif analitis, yaitu suatu metode penelitian yang
memusatkan diri pada pemecahan masalah aktual dengan teknik pengumpulan,
penyusunan, penyajian serta analisis data sehingga dapat memberikan gambaran
yang cukup jelas atas obyek yang diteliti dan kemudian dapat ditarik suatu
kesimpulan dan pembuatan rekomendasi.
6.1.1 Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh informasi untuk penyusunan skripsi ini, diperlukan
berbagai data, yaitu :
1. Data Primer, data yang diperoleh dari studi lapangan dan studi literatur
yang berhubungan dengan perencanaan agregat suatu perusahaan.
2. Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari studi literatur dan
dimaksudkan untuk mendukung kebenaran data primer.
Adapun sumber untuk memperoleh data ini adalah sebagai berikut :
1. Penelitian Kepustakaan ( library research )
Penelitian kepustakaan yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara
membaca dan mempelajari literatur - literatur, buku wajib dan buku –
buku lainnya yang berhubungan.
2. Penelitian Lapangan ( field research )
Penelitian lapangan yaitu penelitian yang dilakukan langsung ke
perusahaan yang menjadi obyek penelitian untuk mendapatkan data yang
14
Bab 1. Pendahuluan
diperlukan dan dapat mengamati secara jelas kondisi yang ada pada
perusahaan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan cara :
Wawancara
Merupakan suatu cara untuk mendapatkan data atau informasi
dengan tanya jawab secara langsung pada orang yang mengetahui
tentang obyek penelitian. Dalam hal ini penulis mengadakan tanya
jawab dan diskusi dengan salah seorang pialang saham yang berada
di PT. Net Sekuritas..
Pengamatan
Suatu cara untuk memperoleh data atau informasi dengan
melakukan peninjauan langsung ke obyek penelitian seperti
penelitian secara langsung atas dokumen – dokumen serta sistem
atau cara kerja para pegawai yang ada.
6.1.2 Teknik Pengolahan Data
Dalam rangka memperoleh hasil seperti yang diinginkan dalam tujuan
penelitian, maka penulis mengadakan pendekatan dengan menggunakan dua
analisis yaitu :
1. Analisis data kualitatif
Yaitu suatu pendekatan yang menggunakan data yang ada untuk
menganalisis masalah yang ada. Data tersebut dijadikan masukan dan
dibandingkan dengan teori – teori yang ada untuk membantu penelitian
dan disajikan secara deskriptif dalam tabel, grafik dan uraian.
15
Bab 1. Pendahuluan
2. Analisis data kuantitatif
Yaitu analisis yang menggunakan data hasil produksi serta menggunakan
perhitungan dalam bentuk angka – angka.
1.7
Waktu dan Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan terhadap perusahaan PT. NET Sekuritas
yang
mempunyai lokasi di jalan Asia Afrika atau lebih tepatnya di Menara BCA Lt. 8
Bandung , Jawa Barat. Adapun waktu penelitian yaitu antara rentang waktu April
2005 sampai dengan Mei 2005.
1.8
Sistematika Penulisan
Dalam penulisan skripsi ini, digunakan sistematika sebagai berikut :
Bab I. Pendahuluan
Dalam pendahuluan ini penulis mengemukakan mengenai latar belakang
pemilihan topik ini, mengenai beberapa faktor untuk menentukan langkah
dalam membeli dan menjual saham.
Bab II. Tinjauan Pustaka
Dalam bab ini diuraikan mengenai teori – teori yang berhubungan dengan
topik yang akan dibahas dalam skripsi ini, antara lain definisi saham,
definisi deviden dan lain sebagainya.
Bab III. Obyek Penelitian
Dalam bagian ini dikemukakan mengenai sejarah singkat berdirinya
perusahaan, struktur organisasi dan kegiatan yang dilakukan perusahaan.
16
Bab 1. Pendahuluan
Bab IV. Pembahasan
Berisi seluruh data yang berkaitan dengan proses perbandingan harga
saham yang berhasil dikumpulkan baik melalui pengamatan maupun
melalui wawancara, yang sebelumnya sudah diolah sedemikian rupa
sehingga menjadi suatu alur pemikiran seperti yang telah direncanakan di
dalam kerangka pemikiran.
Bab V. Kesimpulan dan Saran
Berisi hasil akhir dari seluruh kegiatan penelitian yang telah dilakukan dan
memuat kesimpulan – kesimpulan penelitian serta saran – saran yang
mungkin dapat berguna bagi perusahaan.
17
Fly UP